WELCOMES TO KAWULO BUMI MENAK SOPAL BLOG'S

Minggu, Januari 06, 2013

REFORMASI BIROKRASI SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK

Oleh : KBMS

I.        PENDAHULUAN

  • Birokrasi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah, karena telah berpegang pada hierarkhi dan jenjang jabatan. Atau dalam definisinya yang lain birokrasi adalah cara bekerja atau susunan pekerjaan yang serba lamban serta menurut tata aturan yang banyak liku-likunya.
  • Reformasi didefinisikan sebagai perubahan radikal untuk perbaikan di berbagai bidang dalam suatu masyarakat atau negara. Dengan demikian reformasi birokrasi adalah perubahan dalam bidang sistem pemerintahan.
  • Bahwa dalam kampanyenya, Presiden SBY menekankan urgensi pemberantasan korupsi dan reformasi birokrasi. Kedua hal ini saling berkait erat, tidak mungkin dapat memberantas korupsi tanpa upaya reformasi birokrasi diinternal pemerintahan.
  • Bahwa Good Governance sering diartikan sebagai indikator terealisasikannya reformasi birokrasi dengan terpenuhinya prinsip - prinsip : partisipasi masyarakat, tegaknya supremasi hukum, transparansi, kepedulian kepada stakeholder, berorientasi pada konsensus, kesetaraan, efektivitas dan efesiensi, akuntabilitas, dan visi strategis.
  • Bahwa terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas (prima) merupakan salah satu ciri (indikator) dari Good Governace.

 II.     PERMASALAHAN BIROKRASI
  • Bahwa birokrasi yang dibangun oleh pemerintah sebelum era reformasi telah membangun budaya birokrasi yang kental dengan korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), akan tetapi pemerintahan pasca reformasi pun tidak menjamin keberlangsungan reformasi birokrasi terealisasi dengan baik.
  • Bahwa kebijakan untuk menyelenggarakan reformasi birokrasi baik secara internal maupun secara eksternal ternyata dalam prakteknya masih banyak menghadapi rintangan. Padahal ditengah rintangan tersebut, masyarakat sangat merindukan dan membutuhkan pelayanan publik yang berkualitas (prima) yang diselenggarakan oleh birokrat.
 
 III.   LANGKAH – LANGKAH REFORMASI BIROKRASI
Beberapa langkah yang perlu ditempuh agar pelaksanaan reformasi birokrasi lancar serta berkelanjutan.
A.   Langkah Internal
1.   Meluruskan Orientasi.
Reformasi harus berorientasi pada demokratisasi dan bukan pada kekuasaan. Perubahan birokrasi harus mengarah pada amanah rakyat, oleh karena itu reformasi birokrasi harus bermuara pada pelayanan masyarakat.
2.   Memperkuat Komitmen.
Tekad birokrat untuk berubah harus ditumbuhkembangkan. Hal ini merupakan prasyarat penting, karena tanpa disertai tekad yang kuat dari birokrat untuk berubah maka reformasi birokrasi akan menghadapi banyak kendala. Untuk memperkuat tekad perubahan dikalangan birokrat perlu adanya stimulus, seperti peningkatan kesejahteraan. Tetapi pada saat yang sama, perlunya penjatuhan sanksi yang tegas kepada aparatur yang melakukan pelanggaran.
3.   Membangun Kultur Baru.
Sejauh ini kultur birokrasi kita tidak begitu baik, konotasi negatif seperti mekanisme dan prosedur kerja yang berbelit-belit, maupun penyalahgunaan wewenang dalam memberikan pelayanan perlu diubah. Sebagai gantinya dilakukan pembenahan kultur kerja dan etika birokrasi dengan konsep transparansi, akuntabilitas, efektivitas dan efesiensi, serta jelas kode etiknya.
4.   Rasionalisasi.
Struktur kelembagaan birokrasi cenderung gemuk dan tidak efesien. Rasionalisasi kelembagaan dan pegawai menjadi penting dilakukan agar birokrasi menjadi ramping dan lincah dalam menyelesaikan berbagai permasalahan serta dalam menyesuaikan dengan perbahan – perubahan yang terjadi di masyarakat, termasuk kemajuan teknologi informasi.
5.   Memperkuat Payung Hukum.
Upaya reformasi perlu dilandasi dengan aturan hukum yang jelas. Aturan hukum yang jelas bisa menjadi koridor dalam melaksanakan perubahan-perubahan system dan mekanisme kerja organisasi.
6.   Peningkatan Kualitas Sumber Daya Aparatur.
Semua upaya reformasi birokrasi tidak akan membuahkan hasil yang optimal tanpa disertai adanya sumber daya aparatur yang handal dan profesional. Oleh karena itu untuk mendapatkan aparatur yang profesional diperlukan penataan dan sistem rekruitmen pegawai yang tepat, sistem penggajian yang proporsional, penyelenggaraan diklat yang efektif maupun peningkatan kesejahteraan.
B.   Langkah Eksternal
1.   Komitmen dan Keteladanan Elit Politik.
Reformasi birokrasi merupakan pekerjaan besar karena menyangkut sistem besar negara yang telah mengalami dan cenderung melaksanakan tradisi buruk dalam kurun waktu yang cukup lama. Untuk memutus tradisi buruk dan menciptakan tatanan dan tradisi baru yang benar, bermoral, dan etis perlu kepemimpinan yang kuat dan patut diteladani. Kepemimpinan yang kuat berarti hadirnya pemimpin-pemimpin yang berani dan tegas dalam mengambil keputusan dan membuat kebijakan. Sedangkan keteladanan adalah keberanian memberikan contoh yang baik kepada bawahan dan masyarakat.
2.   Pengawasan Masyarakat.
Reformasi birokrasi akan berdampak langsung pada masyarakat, karena peran birokrasi yang utama adalah memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Pada tataran ini masyarakat dapat dilibatkan untuk mengawasi kinerja birokrasi.

IV.    MODEL REFORMASI BIROKRASI DIINDONESIA
  • Perlunya dibangun birokrasi berkultur dan struktur rasional – egaliter, bukan irasional – hierarkhis. Caranya dengan pelatihan untuk menghargai penggunaan nalar sehat dan menggunakan hasil-hasil ilmu pengetahuan. Perlunya memiliki semangat pioneer, bukan memelihara budaya minta petunjuk atasan. Perlu dibiasakan mencari cara-cara baru yang praktis untuk pelayanan publik, inisiatif, antisipatif, dan proaktif, cerdas membaca keadaan kebutuhan publik, memandang semua orang sederajad di muka hukum, menghargai prinsip kesedarajadan kemanusiaan, setiap orang yang berurusan diperlakukan dengan sama pentingnya.
  • Perlunya dibangun birokrasi yang partisipan – outonomus bukan komando – hierarkhis. Birokrasi Indonesia kedepan perlu mendukung dan melakukan peran pemberdayaan dan memerdekakan masyarakat untuk berkarya dan berkreatifitas. Perlu dikurangi kadar pengawasan dan represi terhadap hak ekspresi masyarakat.
  • Birokrasi bertindak profesional terhadap publik. Berperan menjadi pelayan masyarakat (public servent). Dalam memberikan pelayanan ada tranparansi biaya dan tidak terjadi pungutan liar. PNS perlu memberikan informasi yang transparan sebagai hak masyarakat dan bisa dimintai pertangungjawabannya (public accountibility).
  • Birokrasi yang saling bersaing antar Satuan/Unit Kerja dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas pelayanan publik secara kompetitif, bukan minta dilayani atau membebani masyarakat dengan pungutan liar, salah urus dan ketidakpedulian.
  • Birokrasi melakukan rekruitmen sumber daya manusianya melalui seleksi fit and proper test, bukan mengangkat staf atau pimpinan karena alasan kolusi dan nepotisme. Birokrasi memberikan reward merit system (memberikan penghargaandan imbalan gaji sesuai pencapaian prestasi.
  • Birokrasi yang bersikap netralitas politik, tidak diskriminatif, tidak memanfaatkan fasilitas negara untuk kepentingan partai politik tertentu.

 V.       PENUTUP
1.  Patut menjadi perhatian semua pihak bahwa birokrasi merupakan kekuatan yang besar sekali. Kegiatannya menyentuh hampir setiap kehidupan warga negara. Maka kebijakan yang dibuat oleh birokrasi sangat mempengaruh sendi-sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Karena warga masyarakat yang hidup disuatu daerah harus menerima kebijakan yang telah dibuat oleh birokrasi, selain itu memang birokrasi merupakan garis terdepan yang berhubungan dengan pemberian pelayanan umum kepada masyarakat.
2.  Berkenaan dengan hal tersebut, tidak berlebihan bila dikatakan, gagalnya upaya untuk memperbaiki birokrasi akan berdampak luas pada nasib masyarakat, dan tentu saja berdampak pula pada proses demokratisasi. Nasib masyarakat akan semakin terpuruk karena rendahnya kualitas pelayanan publik serta tidak berfungsinya pelayanan publik, karena akan cenderung mendistorsi proses menuju keadilan dan kesejahteraan masyarakat.


Selasa, Desember 13, 2011

DOWNLOAD BUKU PELAJARAN



Assalamu'alaikum warahmatullohi wabarakaatuh.


Adik-adik pelajar, baik yang masih ada di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas juga Sekolah Menengah Kejuruan. Ingin menambah referensi buku pelajaran kalian. Mau nggak kalo kakak sediakan buku-buku pelajaran elektronik buat kalian. Nah..kalo mau coba beri comment. Insya Alloh akan kakak pasang dan sediakan buku-buku pelajaran yang kalian perlukan. Atau mungkin teman kalian yang butuh. Tunggu yach...


Wassalamu'alaikum warahmatullohi wabarakaatuh.






KBMS

Sabtu, Desember 10, 2011

FENOMENA ALAM : GERHANA BULAN TOTAL

Sekarang dan saat ini,  tanggal 10 Desember 2011 telah terjadi Gerhana Bulan Total (GBT). GBT ini dapat diamati dari wilayah Australia, Asia, Eropa, sebagian besar Afrika dan Amerika Utara. Sementara pengamat di Amerika Selatan tidak dapat menyaksikannya. Gerhana Bulan Total ini dapat diamati dari Indonesia pada awal malam tanggal 10 Desember 2011.
Menurut sumber dari www.muhammadiyah.or.id spesifikasi gerhana bulan adalah sebagai berikut :
1.      Gerhana Penumbra mulai            : 18.34 WIB
2.      Gerhana Umbra mulai                  : 19.45 WIB
3.      Gerhana Total mulai                    : 21.06 WIB
4.      Tengah Gerhana                           : 21.32 WIB
5.      Gerhana Total berakhir                : 21.58 WIB
6.      Gerhana Umbra berakhir            : 23.18 WIB
7.      Gerhana Penumbra berakhir        : 24.30 WIB
Pada momen awal gerhana Penumbra merupakan awal gerhana (18.34 WIB). Mata manusia mulai mudah mengenal gerhana pada momen gerhana Umbra, bagian Bulan di kawasan Umbra, Bumi akan terlihat hitam karena sorot cahaya Matahari ke Bulan 100% tertutup oleh planet Bumi.
Sehubungan dengan hal di atas, disarankan agar warga Muhammadiyah yang hendak menunaikan salat gerhana dapat memilih waktu pada momen gerhana Umbra dimulai sampai dengan momen gerhana Umbra berakhir (19.45 s.d. 23.18 WIB). 
SHOLAT GERHANA
Disebutkan dalam hadits:

عن الْمُغِيرَةِ بْنَ شُعْبَةَ رضي الله عنه قَالَ انْكَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ مَاتَ إِبْرَاهِيمُ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَنْكَسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمُوهُمَا فَادْعُوا اللَّهَ وَصَلُّوا حَتَّى تَنْكَشِفَ
Dari Al-Mughirah bin Syu’bah ra, berkata, ”Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. saat kematian Ibrahim”. Rasulullah saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang dan tidak karena kelahiran seseorang. Ketika kalian melihatnya, maka berdo’alah pada Allah dan shalatlah sampai selesai.” (Muttafaqun ‘alaihi).

عَنْ عَاْئِشَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ -صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- قَالَتْ: خَسَفَتِ الشَّمْسُ فِي حَيَاةِ رَسُولِ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- فَخَرَجَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- إِلَى اَلْمَسْجِدِ، فَقَامَ وَكَبَّرَ وَصَفَّ النَّاسَ وَرَاْءهُ، فَاقْتَرَأَ رَسُولُ اللهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ- قِرَاْءةً طَوِيْلَةً، ثُمَّ كَبَّرَ، فَرَكَعَ رُكُوعاً طَوِيلاً، ثُمَّ, رَفَعَ رَأْسَه فَقَالَ: “سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، رَبَّنَاْ وَلَكَ الْحَمْدُ”. ثُمَّ قَاْمَ فَاقْتَرَأَ قِرَاْءةً طَوِيْلَةً، هِيَ أَدْنَى مِنَ الْقِرَاْءةِ الأُوْلَى، ثُمَّ كَبَّرَ فَرَكَعَ رُكُوعاً طَوِيْلاً، هُوَ أَدْنَى مِنَ الرُّكُوْعِ الأَوَّلِ ثُمَّ قَاْلَ: “سَمِعَ اللهُ لِمَنْ حَمِدَهُ، ربَّنَاْ وَلَكَ الْحَمْدُ”. ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ فَعَلَ فِيْ الرَّكْعَةِ الأُخْرَى مِثْلَ ذَلِكَ، حَتَّى اسْتَكْمَلَ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، وَأَرْبَعَ سَجَدَاْتٍ، وَانْجَلَتِ اَلْشَّمْسُ قَبْلَ أَنْ يَنْصَرِفَ، ثُمَّ قَاْمَ فَخَطَبَ النَّاسَ، فَأَثْنَى عَلَى اللهِ بِمَاْ هُوَ أَهْلُهُ. ثُمَّ قَاْلَ: “إِنَّ الشَّمْسَ وَاَلْقَمَرَ آيَتَاْنِ مِنْ آيَاْتِ اللهِ، لا يَخْسِفَانِ لِمَوْت أَحَدٍ وَلا لِحَيَاتِهِ، فَإِذَا رَأَيْتُمُوْهُمَا فَافْزَعُوا لِلْصَّلاَة
Dari ‘Aisyah ra, istri Nabi saw. berkata, “Terjadi gerhana matahari dalam kehidupan Rasulullah saw. Beliau keluar menuju masjid, berdiri dan bertakbir. Sahabat di belakangnya membuat shaff. Rasulullah saw. membaca Al-Qur’an dengan bacaan yang panjang, kemudian takbir, selanjutnya ruku dengan ruku yang panjang, kemudian mengangkat kepalanya dan berkata, “Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu”. Setelah itu membaca dengan bacaan yang panjang, lebih pendek dari bacaan pertama. Kemudian takbir, selanjutnya ruku lagi dengan ruku yang panjang, tetapi lebih pendek dari ruku’ pertama. Kemudian berkata,”Sami’allahu liman hamidah rabbana walakal hamdu.” Selanjutnya sujud. Dan seterusnya melakukan seperti pada rakaat pertama, sehingga sempurnalah melakukan shalat dengan empat ruku dan empat sujud. Dan matahari bercahaya kembali sebelum mereka meninggalkan tempat. Seterusnya Rasul saw bangkit berkhutbah di hadapan manusia, beliau memuji Allah dengan pujian yang layak bagi-Nya. Rasul saw. bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan merupakan bagian dari tanda-tanda kebesaran Allah. Kedua gerhana itu tidak terjadi karena kematian atau kehidupan seseorang. Jika kalian melihatnya bersegeralah untuk shalat.” (HR Bukhari dan Muslim).

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَبَّاسٍ قَالَ انْخَسَفَتْ الشَّمْسُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا نَحْوًا مِنْ قِرَاءَةِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ قَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَفَعَ فَقَامَ قِيَامًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الْقِيَامِ الْأَوَّلِ ثُمَّ رَكَعَ رُكُوعًا طَوِيلًا وَهُوَ دُونَ الرُّكُوعِ الْأَوَّلِ ثُمَّ سَجَدَ ثُمَّ انْصَرَفَ وَقَدْ تَجَلَّتْ الشَّمْسُ فَقَالَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ آيَتَانِ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَا يَخْسِفَانِ لِمَوْتِ أَحَدٍ وَلَا لِحَيَاتِهِ فَإِذَا رَأَيْتُمْ ذَلِكَ فَاذْكُرُوا اللَّه

Dari Abdullah bin Abbas berkata, “Terjadi gerhana matahari di masa Rasulullah saw. Rasul saw. shalat bersama para sahabat. Beliau berdiri lama sekitar membaca surat Al-Baqarah, kemudian ruku’ lama, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian ruku lama tetapi lebih pendek dari pertama. Kemudian sujud, lalu berdiri lama tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian ruku lama, tetapi lebih pendek dari yang pertama, kemudian mengangkat dan sujud, kemudian selesai. Matahari telah bersinar. Rasul bersabda, ”Sesungguhnya matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran Allah, keduanya terjadi gerhana bukan karena kematian seseorang atau kelahiran seseorang, jika kalian melihatnya, hendaknya berdzikir pada Allah.” (HR Bukhari).
Asal mula dianjurkan sholat gerhana.
Ketika putra Rasulullah saw yang bernama Ibrahim meninggal dunia dan pada hari yang sama terjadi gerhana matahari para sahabat berkata: “Terjadi gerhana matahari karena meninggalnya Ibrahim”. Rasulullah saw bersabda untuk menafi anggapan tersebut: “Sesungguhnya matahari dan bulan mengalami gerhana bukan karena meninggalnya atau terlahirnya seseorang, jika kalian menyaksikan peristiwa tersebut lakukanlah sholat dan perbanyaklah berdo’a kepada Allah”. (HR. Imam Bukhari dari sahabat Mughiroh bin Syu’bah).
Tata cara pelaksanaan sholat gerhana.
Pelaksanaan sholat gerhana, baik gerhana bulan maupun gerhana matahari, dilakukan pada saat terjadinya gerhana dan selesai waktu pelaksanaannya dengan selesainya gerhana tersebut. Sholatnya dua ra’a’at, pada setiap raka’at dilakukan dua kali ruku’ dan dua kali sujud. Sholat gerhana yang sempurna (bukan keharusan) ialah dengan membaca surah-surah yang panjang pada setiap berdirinya seperti surah al Baqarah setelah al Fatihah pada saat berdiri pertama kemudian surah Ali Imron pada saat berdiri kedua, dan surah berikutnya pada berdiri ketiga dan keempat.
Namun bukan berarti sahnya sholat hanya dengan membaca surah-surah yang panjang tersebut, bisa menggunakan surah-surah yang pendek dengan pertimbangan bahwa surah yang dibaca di dalamnya banyak dibicarakan tentang fenomena alam ini seperti matahari dan bulan serta tempat peredarannya.
Sholatnya dimulai dengan seruan “ash sholaatu jaami’ah”, seperti halnya iqomah ketika hendak melaksanakan sholat fardhu. Niatnya dalam hati pada saat takbiratul ihram untuk niat sholat sunat gerhana bulan dua raka’at.
Setelah takbir kemudian membaca do’a iftitah, lalu membaca surah al Fatihah (dibaca imam secara jahar), kemudian membaca surah dalam Al Quran. Setelah itu ruku’ dan disunatkan memanjangkan ruku’ ini dengan memperbanyak baca tasbihnya. Kemudian bangun dari ruku’ dan langsung membaca surah al Fatihah tanpa takbiratul ikhram dan dilanjutkan membaca surah dalam Al quran lagi, kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya kemudian bangun untuk i’tidal, lalu sujud juga dengan memperpanjang sujud dengan memeperbanyak baca tasbih sujud.
Setelah dua kali sujud kemudian bangun takbiratul ikhram dan membaca al Fatihah kemudian melanjutkan surah di rakaat kedua yang pertama, kemudian ruku’ dan memperpanjang ruku’nya, kemudian bangun utk berdiri yang keempat dan membaca al Fatihah dilanjutkan dengan surah Al Quran di rakaat ke dua bagian keempat.  Kemudian ruku’, setelah itu bangun utk i’tidal, kemudian sujud dua kali dengan masing-masing memperpanjang sujudnya. Kemudian duduk untuk tasyahhud akhir dan salam.
Setelah pelaksanaan sholat disunnatkan menyampaikan dua kali khutbah seperti khutbah Jum’at. Kandungan khutbahnya antara lain anjuran untuk menjadikan peristiwa gerhana itu sebagai ibrah bahwa peristiwa tersebut sengaja ditunjukkan oleh Allah kepada manusia agar mengingatkan manusia tentang terjadinya hari kiamat dan peristiwa-peristiwa dahsyat yang menyertainya. Selain itu isi khutbah juga menganjurkan kaum muslimin untuk menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang diharamkan oleh Allah karena perbuatan-perbuatan maksiat itulah yang menjadi penyebab turunnya musibah atau menghambat datangnya pertolongan Allah dalam menghadapi kesulitan hidup ini. Demikian pula anjuran untuk lebih mendekatkan diri kpeada Allah dengan amal-amal soleh seperti sholat yang selalu diusahakan memperbaiki kualitasnya, ditambah dengan sholat-sholat
sunatnya, lebih banyak bersedekah, dan tentunya dianjurkan juga memperbanyak istighfar dan memohon ampunan Allah SWT.
Inti Pelaksanaan sholat gerhana / khusuuf
Sholat dua raka’at, pada setiap raka’at dilakukan dua kali membaca surat Al Fatihah dua kali membaca surat Al Quran dan dua kali ruku’ dan empat kali sujud dengan dua kali sujud di tiap rakaat.
sumber  :
http://www.bmkg.go.id
http://www.muhammadiyah.or.id
http://syariahonline.com
http://ulamasunnah.wordpress.com
http://blog.its.ac.id

Jumat, April 15, 2011

OBROLAN TENTANG ROKOK DI POS KAMLING

Oleh : KBMS
Suatu hari disebuah pos kamling ada beberapa orang tua yang sedang mengobrolkan sebuah acara di televisi tentang rokok. Pak Alim bilang sama pakdhe Jo kalo bisa pakdhe Jo berhenti merokok lantaran ada tengara bahwa merokok itu dilarang oleh agama. "Siapa bilang merokok itu dilarang ?!" tanya pakdhe Jo yang agak tersinggung. Bayangkan saja .....gimana nggak tersinggung kalo rokok itu sudah menjadi "makanan favoritnya". Seharinya pakdhe Jo bisa menghabiskan sekitar 2 bungkus rokok lokal bahkan kalo ada yang nawari ya bisa lebih. "Ya ulama-ulama Islam, mengatakan bahwa merokok itu haram" jawab pak Alim. "Wah.. kamu itu mengada-ada, kemarin saya ikut sholat di musholah dekat rumahnya Kang Di. Selesai sholat maghrib, pada ngobrol-ngobrol sambil klepas-klepus rokok'an, termasuk yang jadi imam".

"Ya... Kang Jo, ngrokok itu kan juga merugikan kesehatan, juga pemborosan" sela paklik Jufri. "Ah.. kamu tahu apa tentang kesehatan Juf..? buktinya kamu nggak ngrokok, batukmu nggak sembuh-sembuh kaya kambingku nggak ngrokok juga sering batuk-batuk". Dibilangin begitu paklik Jufri kontan membalas, "Dasar kamu nggak pernah sekolah, makanya nggak bisa baca, coba baca dibungkus rokokmu itu, bisa baca nggak ?" "Dasar buta huruf, makanya ikut kejar pakat A sana !" Hei.. tak bilangin Juf..." sela pakdhe No. "Waktu Kang Man disuruh berhenti ngrokok sama dokter, kang Man malah ketawa". "Soalnya dokternya nyuruh berhenti ngrokok, tapi sambil merokok, khan lucu...". Makin lama obrolan makin meninggi nadanya. Dari pada ikut terlibat aku yang dari tadi mendengarkan, maklum yang muda sendiri, lebih baik pulang biar nggak terlibat pertengkaran mulut.
Nah ini referensinya, rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm (bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun tembakau yang telah dicacah dan sering dicampuri dengan rajangan cengkih dan kalo ada ditambah saus. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah didalam kantong. Sejak beberapa tahun terakhir, bungkusan-bungkusan tersebut juga umumnya disertai pesan kesehatan yang memperingatkan perokok akan bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan dari merokok, misalnya kanker paru-paru atau serangan jantung. Nah kalo ini saya sangat percaya sekali, rokok dapat menyebabkan KANKER alias "kantong kering" alias gak punya duit.
Tapi bagi saya yang nggak ngrokok, merokok itu gak ada untungnya malah merugikan antara lain ekonomi keluarga, kesehatan, serta yang saya pahami merokok itu hukumnya dalam Islam adalah makruh. Artinya kalo merokok itu nggak berdosa tapi tercela, tapi kalo ngga ngrokok dapat pahala insya Alloh.

Selasa, April 12, 2011

DEFINISI HAM YANG SEJATI

HAK ASASI MANUSIA : Kembali ke Konsep Sejati
Oleh : Radix Wp.
Hak asasi manusia merupakan salah satu frase yang paling sering diucapkan dalam enam dekade ini. Sayangnya, sering kali istilah tersebut tidak digunakan dalam konteks yang tepat, sehingga malah mengaburkan makna sejatinya. Berikut ini sebuah ilustrasi ekstrim yang mestinya bisa menggambarkan apa sesungguhnya hak asasi manusia itu…
Seandainya anda menampar pipi saya, sebenarnya anda tidaklah melanggar hak asasi saya. Tapi, pemerintah negara ini wajib memiliki aturan yang melarang anda menampar pipi saya, serta siap menghukum anda jika sampai menampar pipi saya. Jika pemerintah tidak memiliki aturan tersebut, atau tidak berupaya menegakkannya, maka pemerintahlah yang melanggar hak asasi saya.
Dalam perkembangannya, hal ini menimbulkan berbagai problem. Pemerintahan negara merasa berhak memperlakukan warganya dengan cara apapun, tanpa halangan dari negara lain. Akibatnya, sering terjadi beragam represi oleh pemerintahan negara terhadap warganya sendiri.
Represi semacam ini ternyata memiliki implikasi eksternal. Warga di negara lain—terutama negara tetangganya atau negara yang punya kesamaan identitas primordial—bisa saja merasa simpati terhadap korbannya, sehingga mendorong pemerintahnya sendiri untuk melakukan suatu terhadap pemerintah negara represif tersebut, hingga termasuk menyatakan perang. Apa yang tadinya dianggap sebagai urusan domestik pun menjadi isu internasional.
Hal seperti ini banyak terjadi dalam tiga abad setelah Perjanjian Westphalia. Yang paling parah adalah dalam Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Seusai Perang Dunia I, masyarakat internasional telah mencoba merumuskan hukum yang mengikat pemerintahan negara mengenai perlakuan terhadap warganyaDari sini kita bisa melihat bahwa obyek hukum dari hak asasi manusia adalah pemerintahan negara. Kenapa? Jawabannya ada pada sistem Westphalia.
Perjanjian Westphalia tahun 1648 mengukuhkan kedaulatan bagi setiap negara bangsa. Dalam sistem ini, pemerintahan negara punya wewenang tertinggi untuk membuat dan menjalankan segala regulasi yang mengikat semua warga di wilayahnya. Jadi, tidak ada instrumen eksternal apapun yang bisa mengatur pemerintahan negara.
. Dari situ, lahirlah League of Nations.
Tapi, liga ini tidak bertahan lama dan pecahlah Perang Dunia II. Ketika perang ini berakhir, masyarakat internasional mengevaluasi kelemahan konsep terdahulu, lalu menata kembali perdamaian dunia melalui United Nations. Kali ini, mereka juga mengeluarkan suatu standar internasional yang kita kenal sebagai Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia 1948.
Jadi, hak asasi manusia adalah suatu perangkat hukum supranasional untuk memaksa setiap pemerintahan negara untuk menghormati hak-hak paling mendasar bagi manusia yang menjadi warganya. Konsep ini selanjutnya mengatur bagaimana pemerintah membuat dan melaksanakan aturan mengenai perlakuan terhadap warganya.
Jika kembali kepada ilustrasi di atas, konsep hak asasi manusia melindungi saya, dengan cara “memaksa” pemerintah untuk melindungi saya. Yang bisa dikatakan melanggar hak asasi manusia hanyalah pemerintah beserta aparatnya. Penamparan pipi oleh anda terhadap saya adalah pelanggaran hukum biasa, yang cukup ditangani oleh hukum kriminal. Seandainya anda merupakan aparat pemerintah dan menampar saya sebagai suatu “kebijakan negara” (bukan pelanggaran disiplin), anda bisa juga dianggap melakukan pelanggaran hak asasi manusia dan harus berhadapan dengan perangkat hukum hak asasi manusia.
Tapi, pelaksanaan konsep hak asasi manusia tidak berjalan mulus. Hambatan berasal dari dua pihak, yaitu pihak yang tidak setuju dengan konsep hak asasi manusia dan pihak yang belum benar-benar memahaminya. Pihak pertama terutama berideologi fasis, komunis, dan theokratis.
Bagi mereka, konsep hak asasi manusia adalah penghalang hegemoni yang sedang mereka pegang (atau mereka incar). Jika rakyat mendapat hak-hak tersebut, kekuasaan mereka akan berkurang. Karena itu, mereka mengusahakan agar rakyat tidak mengenal hak asasi manusia, atau memiliki pandangan negatif terhadapnya.
Yang paling sering diutarakan adalah bahwa hak asasi manusia merupakan “konspirasi asing untuk menghancurkan negara”. Apapun yang mereka lakukan terhadap rakyat adalah cara terbaik bagi negara tersebut, dan pembatasan kekuasaan pemerintah dalam konsep hak asasi manusia justru merupakan ancaman bagi negara. Karena itu, para aktivis hak asasi manusia dianggap subversif dan ditindas.
Agar propaganda anti-hak asasi manusia ini bisa diterima oleh rakyatnya, mereka bisa menggunakan dalih budaya atau agama. Sering sekali dikatakan bahwa hak asasi manusia bertentangan dengan nilai-nilai budaya atau agama, sehingga tidak layak dianut. Untuk menghadapi stigma semacam ini, mantan Sekretaris Jenderal United Nations Kofi Annan dalam pidato peringatan 50 tahun deklarasi universal pada tanggal 10 Desember 1997 menyatakan bahwa :
“Hak asasi manusia adalah ekspresi dari tradisi toleran yang bisa ditemui di semua kebudayaan, dan merupakan dasar bagi perdamaian dan kemajuan. Bila dipahami dengan benar dan adil, hak asasi manusia bukan hal yang asing bagi setiap kebudayaan dan telah ada di semua bangsa di dunia.”
Ketika masyarakat dunia semakin menerima konsep hak asasi manusia, pihak penentangnya kemudian mengambil strategi baru, yaitu merancukan definisinya. Konsep hak asasi manusia sengaja dijadikan tidak jelas dan tumpang-tindih dengan konsep hukum lain.
Segala sesuatu kemudian dikaitkan dengan hak asasi manusia secara tidak proporsional. Jika ada keributan umum dan ada warga yang menyerang aparat negara, dikatakan bahwa warga tadi melanggar hak asasi si aparat negara. Bahkan, jika ada warga yang kecopetan, si pencopet dibilang melanggar hak asasi manusia. Padahal, pemerintahlah yang sebenarnya melanggar hak asasi manusia seandainya tidak berusaha menindak si pencopet.
Dari sini bisa dilihat bahwa asosiasi antara konsep hak asasi manusia dengan pemerintah hendak dihilangkan. Pelanggaran hak asasi manusia dan pelanggaran hukum kriminal jadi campur-aduk. Akibatnya, pelanggaran hak asasi manusia yang sebenarnya tidak lagi dianggap sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Dan pemerintah tidak lagi dianggap terikat oleh konsep hak asasi manusia.
Inilah yang saya sebutkan di awal artikel ini.
Kerancuan konsep hak asasi manusia juga disebabkan oleh penggunaan hak asasi manusia sebagai dalih untuk melanggar hak asasi manusia. Hal ini sering dipraktikkan oleh Amerika Serikat, yang secara sepihak mengklaim diri sebagai kampiun penegakan hak asasi manusia.
Selama era Perang Dingin, Amerika menghadapi Blok Komunis yang terang-terangan menentang konsep hak asasi manusia. Nah, dalam memerangi kaum komunis tersebut, Amerika menghalalkan segala cara. Misalnya, bekerja sama dengan tokoh-tokoh anti-komunis yang sebenarnya juga tidak sepakat dengan hak asasi manusia. Contohnya adalah Augusto Pinochet di Chili, Ferdinand Marcos di Filipina, dan Soeharto di negara kita sendiri. Komunis memang tidak berkuasa di negara-negara tersebut, tapi pelanggaran hak asasi manusia juga tetap terjadi, karena mereka hanya berorientasi pada kekuasaan.
Setelah peristiwa 9/11, rejim George W Bush kembali melakukan kesalahan yang sama, jika tidak bisa dibilang lebih parah. Para tawanan perang di Afghanistan dan Irak mendapat perlakuan sangat buruk, yang paling terkenal di penjara Abu Ghraib dan kamp Guantanamo. Segala kekejian tersebut segera dieksploitasi oleh para penentang konsep hak asasi manusia.
“Hak asasi manusia itu hipokrit,” demikian propaganda mereka. Ucapan Bush Jr yang sering
menggunakan jargon hak asasi manusia hanya membuat stigma tersebut semakin buruk dan melekat. Hak asasi manusia—sebagaimana konsep kemasyarakatan apapun—memang bisa dimanipulasi oleh pihak-pihak yang sebenarnya bertentangan dengan konsep tersebut. Hal inilah yang perlu dinetralisir oleh para pengusung konsep hak asasi manusia yang sejati.
Sebelum citra konsep hak asasi manusia semakin buruk dan tidak bisa efektif lagi, para pelanggar “dari kubu sendiri” seperti ini perlu disikapi secara tegas. Prancis dan Jerman, misalnya, telah dengan sigap menjaga jarak dengan rejim Bush Jr dalam kasus invasi ke Iraq. Bahkan, mereka kini sibuk mengajukan tuntutan kepada CIA yang telah melanggar kedaulatan ketika mendaratkan pesawat terbang berisi tawanan terorisme tanpa izin di bandara-bandara Eropa.
Dalam masyarakat internasional yang bertumpu pada sistem Westphalia ini, aksi pengucilan bisa menjadi senjata ampuh untuk menghukum para “trouble maker“. Negara-negara berstatus superpower pun tidak akan kebal terhadap aksi ini, karena bagaimanapun juga ekonomi mereka—yang menyokong kekuatan mereka—tetap tergantung kepada masyarakat internasional. Selanjutnya, tinggal menunggu tekanan internasional ini menghasilkan tekanan domestik yang memaksa pemerintah memperbaiki kebijakannya (atau rejimnya diganti).
Hal ini sudah terbukti ampuh di Amerika dalam pemilihan presiden lalu. Rakyat Amerika gerah juga bahwa Bush Jr beserta rejim hawkish-nya menyeret citra negara ke titik nadir, di mana Amerika kehilangan legitimasinya untuk menyuarakan hak asasi manusia. Belum lagi ditambah kesulitan ekonomi, gara-gara keuangan negara dihabiskan untuk membiayai perang sendirian yang tidak didukung oleh masyarakat internasional. Maka, bisa kita melihat bagaimana para pengikut Bush Jr dari Partai Republik gagal mendudukkan para calon barunya di Gedung Putih.
Kembali ke hak asasi manusia, yang tak kalah pentingnya adalah penyebarluasan konsep dalam makna yang sejati ini ke seluruh manusia di dunia melalui proses edukasi yang sistematis. Manusia yang telah menyadari hak asasinya diharapkan bisa berusaha menjaga sendiri hak asasinya tersebut, sekaligus menghormati hak asasi manusia lain.

Jumat, Maret 11, 2011

MUSRENBANG...SEBUAH HARAPAN BAGI MASYARAKAT TRENGGALEK

Musyawarah Perencanaaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kabupaten Trenggalek Tahun 2012 , Senin, 07 Maret 2011 secara resmi dibuka di Pendopo oleh Bupati Trenggalek. Seluruh Jajaran Forum Pimpinan Daerah [Forpimda], Pimpinan DPRD, Kepala SKPD, Camat, Perwakilan Kepala Desa dan BPD serta Ketua TP-PKK dan Pimpinan Organisasi Wanita lainnya hadir dalam acara ini. Turut hadir pula Perwakilan Bappeda Propinsi, Kepala Bakorwil 1 Madiun serta perwakilan dari Kabupaten tetangga.

Kepala Bappeda Trenggalek, Ir. Yudi Sunarko, M.Si dalam laporannya sebagai Ketua Panitia menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD ini merupakan lanjutan dan finalisasi dari Musrenbang Desa, Musrenbang Kecamatan serta Forum SKPD yang telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu. Musrenbang RKPD tahun 2012 ini mengambil tema “Pemerataan Pembangunan Yang Berkeadilan dan Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Yang Didukung Oleh Pelayanan Publik Yang Semakin Baik”. “Untuk pembukaan dilakukan di Pendopo sedangkan untuk pelaksanaan diskusi akan dipusatkan di Kantor Bappeda Trenggalek dan dijadwalkan secara bergilir mulai tanggal 8 Maret 2011 hingga tanggal 16 Maret 2011 mendatang”, lanjut Yudi Sunarko.

Kepala Bappeda Provinsi Jawa Timur dalam paparan yang disampaikan oleh Kabid Pengembangan Regional, Ir. Suci Purnomo, MM., menyatakan bahwa Jawa Timur merupakan penyumbang kontribusi PDRB Nasional terbesar kedua setelah Propinsi DKI Jakarta. Selain itu Jatim juga merupakan gerbang perdagangan barang dan jasa khususnya di Indonesia Bagian Timur. Khusus untuk wilayah Trenggalek, menurut hasil survey Pemerintah Provinsi Jatim, cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan perkebunan, pertanian, pertambangan, pariwisata dan pantai serta perikanan.

Merespon paparan yang disampaikan Bappeda Provinsi, Bupati Trenggalek Dr. Ir. Mulyadi WR. MMT. dalam sambutannya menyampaikan bahwa untuk pembangunan Bidang Pertanian, dana APBD yang dimiliki Pemerintah Kabupaten Trenggalek hanya mampu meyediakan infrastruktur yang sifatnya tersier. Sehingga Bupati meminta kepada Pemerintah Provinsi untuk dapatnya mengalokasikan anggaran-anggaran yang cukup besar untuk infrastruktur permanen semisal embung. Selain untuk pertanian, embung dapat difungsikan sebagai pengendali bencana banjir dan tanah longsor. Dengan kondisi geografis yang berbukit-bukit, embung sangat tepat untuk pengembangan pertanian maupun perkebunan. Lebih lanjut, Bupati mengharapkan agar embangunan Bendungan Nglinggis - Tugu segera dapat direalisasikan. “Dengan dibangunnya Bendungan Nglinggis akan dapat menambah pengairan di Kabupaten Trenggalek seluas 120 Ha bahkan irigasinya dapat dinikmati sampai Kabupaten Tulungagung. Selain itu dapat mengurangi banjir di Kabupaten Trenggalek sebesar 50 %”, yakin Bupati.

Di Bidang Perkebunan, kakao, durian dan manggis merupakan komoditi yang layak untuk dikembangkan. Bahkan Trenggalek merupakan penghasil manggis terbesar di Jawa Timur. Bidang Perikanan juga tidak kalah bagusnya, bahkan Trenggalek memiliki pelabuhan yang saat ini sudah bertaraf nasional. “Hasil ikan dari Pantai Popoh, Pacitan bahkan Cilacap singgah di Pantai Prigi”, ujar Bupati. Bupati mengharapkan dukungan dari Provinsi untuk mengembangkan pelabuhan di Kabupaten Trenggalek yang memiliki panjang pantai 185 km ini agar bertaraf internasional.

Pariwisata juga menjadi prioritas Pemkab Trenggalek dalam pembangunan ke depan, selain memiliki pantai yang tersebar di 3 Kecamatan, Trenggalek juga mempunyai Goa Lowo yang tak kalah indahnya. Awalnya, Pemkab Trenggalek telah mengajukan bantuan dana ke Provinsi melalui Wakil Gubernur berupa tangga eskalator agar mempermudah akses jalan masuk ke dalam Goa Lowo. Namun, karena dipandang biaya operasionalnya terlalu mahal, Bupati menginstruksikan kepada Kepala Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Poraparibud) untuk mengalihkan pengajuan dana menjadi bantuan lighting (pencahayaan) untuk mempercantik goa. Selain itu Bupati juga meminta kepada Dinas Poraparibud dan Camat Watulimo untuk lebih memperhatikan kebersihan wilayah sekitar pantai yang selama ini masih penanganannya kurang optimal, sehingga kurang mendukung kawasan wisata.

Bupati juga mengharapkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur agar pembangunan Jalur Lintas Selatan (JLS) Pacitan - Malang pada tahun 2013 dapat selesaikan sesuai dengan rencana. Bupati yakin dengan dibukanya JLS roda perekonomian khususnya di wilayah selatan Jawa Timur akan semakin maju. “JLS ini merupakan hidup dan matinya wilayah selatan”, tegas Bupati.

Terkait dengan APBD 2012, Bupati mengharapkan kepada segenap pihak untuk bekerja keras agar APBD dapat disahkan sesuai dengan jadwal yang telah disusun yaitu pada bulan Nopember 2011. Karena ,selain untuk kepentingan rakyat, daerah yang masuk 10 besar pengesahan APBD tercepat akan mendapat dana intensif dari Pemerintah Pusat yang dapat digunakan untuk mempercepat pembangunan di wilayah Trenggalek. Bupati juga mengharapkan kepada semua SKPD untuk mempelajari dan menguasai Rancangan APBD agar memperlancar dan mempercepat ketika hearing dengan DPRD, sehingga APBD dapat disahkan sesuai dengan rencana atau bahkan sebelumnya. “Lebih cepat lebih baik”, ujar Bupati.

Kamis, Februari 24, 2011

SUARA GEMURUH DI BUMI MENAK SOPAL

Misteri suara gemuruh yang terjadi di empat kecamatan, Watulimo, Munjungan, Kampak, dan Panggul Trenggalek kini mulai terungkap. Ini setelah muncul pernyataan dari Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Bandung - SURONO - pada Mayangkara mengatakan, suara gemuruh yang terjadi di trenggalek merupakan pergerakan tanah lambat, dan bukan gempa tektonik. Pernyataan ini sekaligus mementahkan hasil penelitian Balai Besar wilayah III Stasiun Geofisika Kelas II BMKG Tretes. Surono juga memastikan, data PVMBG menyebutkan, kejadian di Kabupaten Trenggalek pernah terjadi di Kabupaten Samosir, Sumatera Utara dan Bandung Utara, Jawa Barat. Kejadian itu biasanya akan selalu terjadi saat musim penghujan, dan akan berhenti saat kemarau tiba. Munculnya efek suara gemuruh atau dentuman merupakan dampak dari gesekan antara tanah dengan kelembaban tinggi karena air hujan, dengan lapisan dalam yang kedap air. Gesekan dan gerakannya sangat lambat dan disebut pergerakan tanah lambat. Yang perlu diwaspadai dan paling mungkin dari fenomena alam itu, munculnya tanah retak. Sementara longsor kemungkinannya kecil. Hasil perbandingan secara ilmiah ini semoga saja menentramkan kondisi psykologis masuarakat di bumi menak sopal, sehingga roda ekonomi kembali menggeliat tanpa di bayangi rasa was - was dan keresahan. Langkah Bupati Trenggalek membuat media komparasi atau perbandingan ilimiah sangat tepat dan patut diapresiasi, karena bagaimanapun juga, keselamatan Rakyat trenggalek harus menjadi yang utama dan pertama. Bukankah lebih baik mencegah daripada mengobati ? Sumber : Mayangkara FM.

Kamis, April 08, 2010

AC DAN OBESITAS

VIVAnews - Tanpa sadar kita menghabiskan sebagian waktu di dalam ruangan berpendingin udara atau air conditioner (AC). Mulai dari kantor, mobil, angkutan umur, pertokoan, hingga kamar tidur.
Kita sekadar mencari kenyamanan di tengah iklim tropis yang mudah membuat gerah. Tanpa peduli efek buruk di balik kenyamanan hawa dingin yang dihasilkan mesin penyejuk ruangan. Apa saja efek buruknya?

1. GEMUK

Sejumlah penelitian menguatkan tudingan bahwa suhu udara yang nyaman menjadi salah satu dari 10 penyebab utama kenaikan berat badan. Suhu udara yang nyaman seringkali membuat kita malas bergerak.

Minimnya aktivitas tubuh meniadakan pelepasan energi pembakaran lemak. Dalam jangka panjang, timbunan lemak akan terakumulasi dan memicu obesitas. Sebab itu, mereka yang terbiasa hidup di ruangan berpenyejuk ruangan disarankan memiliki jadwal rutin berolah raga untuk membakar lemak tubuh.

2. SICK BUILDING SYNDROME

Perbedaan suhu udara antara ruangan berpendingin udara dan luar ruang bisa mempengaruhi daya tahan tubuh. Beranjak ke ruang dingin dalam kondisi bercucur keringat usai melakukan aktivitas di bawah sinar matahari bisa mengakibatkan sakit kepala, lemas, sesak napas, bahkan sulit berkonsentrasi.

3. PENULARAN PENYAKIT

Hampir semua ruang berpendingin udara minim ventilasi. Kondisi ini membuat sirkulasi udara tidak lancar dan hanya menghasilkan udara daur ulang. Saat salah satu penghuninya membawa virus, otomatis virus itu akan terperangkap di ruangan sehingga berpotensi menular ke penghuni lain dengan cepat.

4. PENUAAN KULIT

Mesin pendingin udara bekerja menurunkan temperatur udara dengan menangkap partikel-partikel air di udara untuk memproduksi hawa dingin. Kondisi ini secara tak langsung menurunkan kelembaban udara yang memicu masalah kulit kering.

Jika sebagian besar waktu kita habis di ruang berpendingin udara biasakan menggunakan pelembab ekstra untuk kulit. Kita harus memiliki trik untuk menjaga kelembaban kulit demi mempertahankan elastisitasnya

Berbagai efek buruk itulah yang kemudian dijadian acuan untuk mengembangkan teknologi pendingin udara yang lebih menyehatkan. Tak heran, jika kita sering melihat mesin pendingin udara yang menjanjikan perlindungan dari virus dan sebagainya.

Jumat, Juni 05, 2009

KISAH PERJALANAN SEORANG PRITA MULYASARI

Ada perasaan kasihan, terharu, menyesal, marah bercampur aduk menjadi satu di otak ini. Kasihan, terhadap dua anak yang masih kecil dan masih sangat membutuhkan kasih sayang seorang ibunda tercinta harus terpisah cukup lama serta seorang ibu mudah dengan dua anak yang masih kecil dan masih butuh perhatian penuh menanggung penderitaan sebagai tahanan di LP Wanita hanya karena sebuah email yang berisi pengalaman pribadi selama dirawat dirumah sakit Omni Tangerang. Terharu terhadap seluruh pihak yang ternyata masih mempunyai hati nurani, rasa kemanusiaan serta peduli terhadap tegaknya kebenaran dan keadilan di negeri tercinta ini. Menyesal, terhadap oknum-oknum yang mencoba memutarbalikkan fakta dan kebenaran untuk kepentingan dan kepuasan pihak yang menguntungkan dan mencoba menghancurkan kepada pihak yang tidak menguntungkan baik secara materiil maupun non materiil. Marah terhadap yang telah melakukan kedzoliman serta telah menipu hati nuraninya sendiri. Allohu Akbar.
Perasaan saya seperti ini muncul mungkin karena mungkin ketidakpahaman saya terhadap dunia hukum di negeriku yang aku cintai, yang harus berdiri tegak dan kokoh diatas keadilan dan kebenaran.
Bagi saya yang telah membaca email dengan keterbatasan pemahaman, berfikir bagaimana mungkin seseorang yang mengeluhkan nasibnya pada teman-tamannya saat menjalani perawatan di rumah sakit sebesar Omni dipahami oleh pihak rumah sakit yang kemudian disampaikan pada Jaksa Penuntut sebagai pencemaran nama baik. Apa tidak sebaiknya, apa yang telah dikeluhkan oleh Ibu Prita sebagai bahan masukan bagi rumah sakit untuk melakukan perbaikan dan peningkatan kinerja pelayanan yang ada di institusinya. Justru kalau pihak rumah sakit menyikapi hal tersebut dengan arif dan bijaksana akan memberikan nilai tambah terhadap kualitas kinerja Rumah Sakit itu sendiri.
Itu kalo pemahanan saya, kalo saudara gimana menanggapi emailnya Bu Prita yang telah saya kutip dari KOMPAS.COM seperti ini :
RS OMNI DAPATKAN PASIEN DARI HASIL LAB FIKTIF
Prita Mulyasari - suaraPembaca
Jangan sampai kejadian saya ini menimpa ke nyawa manusia lainnya. Terutama anak-anak, lansia, dan bayi. Bila anda berobat berhati-hatilah dengan kemewahan rumah sakit (RS) dan title international karena semakin mewah RS dan semakin pintar dokter maka semakin sering uji coba pasien, penjualan obat, dan suntikan. Saya tidak mengatakan semua RS international seperti ini tapi saya mengalami kejadian ini di RS Omni International. Tepatnya tanggal 7 Agustus 2008 jam 20.30 WIB.
Saya dengan kondisi panas tinggi dan pusing kepala datang ke RS OMNI Internasional dengan percaya bahwa RS tersebut berstandar International, yang tentunya pasti mempunyai ahli kedokteran dan manajemen yang bagus. Saya diminta ke UGD dan mulai diperiksa suhu badan saya dan hasilnya 39 derajat. Setelah itu dilakukan pemeriksaan darah dan hasilnya adalah trombosit saya 27.000 dengan kondisi normalnya adalah 200.000.
Saya diinformasikan dan ditangani oleh dr I (umum) dan dinyatakan saya wajib rawat inap. dr I melakukan pemeriksaan lab ulang dengan sample darah saya yang sama dan hasilnya dinyatakan masih sama yaitu thrombosit 27.000.dr I menanyakan dokter specialist mana yang akan saya gunakan.
Tapi, saya meminta referensi darinya karena saya sama sekali buta dengan RS ini. Lalu referensi dr I adalah dr H. dr H memeriksa kondisi saya dan saya menanyakan saya sakit apa dan dijelaskan bahwa ini sudah positif demam berdarah.Mulai malam itu saya diinfus dan diberi suntikan tanpa penjelasan atau izin pasien atau keluarga pasien suntikan tersebut untuk apa.
Keesokan pagi, dr H visit saya dan menginformasikan bahwa ada revisi hasil lab semalam. Bukan 27.000 tapi 181.000 (hasil lab bisa dilakukan revisi?). Saya kaget tapi dr H terus memberikan instruksi ke suster perawat supaya diberikan berbagai macam suntikan yang saya tidak tahu dan tanpa izin pasien atau keluarga pasien.Saya tanya kembali jadi saya sakit apa sebenarnya dan tetap masih sama dengan jawaban semalam bahwa saya kena demam berdarah. Saya sangat khawatir karena di rumah saya memiliki 2 anak yang masih batita. Jadi saya lebih memilih berpikir positif tentang RS dan dokter ini supaya saya cepat sembuh dan saya percaya saya ditangani oleh dokter profesional standard Internatonal.
Mulai Jumat terebut saya diberikan berbagai macam suntikan yang setiap suntik tidak ada keterangan apa pun dari suster perawat, dan setiap saya meminta keterangan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan. Lebih terkesan suster hanya menjalankan perintah dokter dan pasien harus menerimanya. Satu boks lemari pasien penuh dengan infus dan suntikan disertai banyak ampul. Tangan kiri saya mulai membengkak. Saya minta dihentikan infus dan suntikan dan minta ketemu dengan dr H. Namun, dokter tidak datang sampai saya dipindahkan ke ruangan. Lama kelamaan suhu badan saya makin naik kembali ke 39 derajat dan datang dokter pengganti yang saya juga tidak tahu dokter apa. Setelah dicek dokter tersebut hanya mengatakan akan menunggu dr H saja.
Esoknya dr H datang sore hari dengan hanya menjelaskan ke suster untuk memberikan obat berupa suntikan lagi. Saya tanyakan ke dokter tersebut saya sakit apa sebenarnya dan dijelaskan saya kena virus udara. Saya tanyakan berarti bukan kena demam berdarah. Tapi, dr H tetap menjelaskan bahwa demam berdarah tetap virus udara. Saya dipasangkan kembali infus sebelah kanan dan kembali diberikan suntikan yang sakit sekali.
Malamnya saya diberikan suntikan 2 ampul sekaligus dan saya terserang sesak napas selama 15 menit dan diberikan oxygen. Dokter jaga datang namun hanya berkata menunggu dr H saja. Jadi malam itu saya masih dalam kondisi infus. Padahal tangan kanan saya pun mengalami pembengkakan seperti tangan kiri saya. Saya minta dengan paksa untuk diberhentikan infusnya dan menolak dilakukan suntikan dan obat-obatan. Esoknya saya dan keluarga menuntut dr H untuk ketemu dengan kami. Namun, janji selalu diulur-ulur dan baru datang malam hari. Suami dan kakak-kakak saya menuntut penjelasan dr H mengenai sakit saya, suntikan, hasil lab awal yang 27.000 menjadi revisi 181.000 dan serangan sesak napas yang dalam riwayat hidup saya belum pernah terjadi. Kondisi saya makin parah dengan membengkaknya leher kiri dan mata kiri.
dr H tidak memberikan penjelasan dengan memuaskan. Dokter tersebut malah mulai memberikan instruksi ke suster untuk diberikan obat-obatan kembali dan menyuruh tidak digunakan infus kembali. Kami berdebat mengenai kondisi saya dan meminta dr H bertanggung jawab mengenai ini dari hasil lab yang pertama yang seharusnya saya bisa rawat jalan saja. dr H menyalahkan bagian lab dan tidak bisa memberikan keterangan yang memuaskan.
Keesokannya kondisi saya makin parah dengan leher kanan saya juga mulai membengkak dan panas kembali menjadi 39 derajat. Namun, saya tetap tidak mau dirawat di RS ini lagi dan mau pindah ke RS lain. Tapi, saya membutuhkan data medis yang lengkap dan lagi-lagi saya dipermainkan dengan diberikan data medis yang fiktif.Dalam catatan medis diberikan keterangan bahwa bab (buang air besar) saya lancar padahal itu kesulitan saya semenjak dirawat di RS ini tapi tidak ada follow up-nya sama sekali. Lalu hasil lab yang diberikan adalah hasil thrombosit saya yang 181.000 bukan 27.000.
Saya ngotot untuk diberikan data medis hasil lab 27.000 namun sangat dikagetkan bahwa hasil lab 27.000 tersebut tidak dicetak dan yang tercetak adalah 181.000. Kepala lab saat itu adalah dr M dan setelah saya komplain dan marah-marah dokter tersebut mengatakan bahwa catatan hasil lab 27.000 tersebut ada di Manajemen Omni. Maka saya desak untuk bertemu langsung dengan Manajemen yang memegang hasil lab tersebut.
Saya mengajukan komplain tertulis ke Manajemen Omni dan diterima oleh Og(Customer Service Coordinator) dan saya minta tanda terima. Dalam tanda terima tersebut hanya ditulis saran bukan komplain. Saya benar-benar dipermainkan oleh Manajemen Omni dengan staff Og yang tidak ada service-nya sama sekali ke customer melainkan seperti mencemooh tindakan saya meminta tanda terima pengajuan komplain tertulis. Dalam kondisi sakit saya dan suami saya ketemu dengan manajemen. Atas nama Og (Customer Service Coordinator) dan dr G (Customer Service Manager) dan diminta memberikan keterangan kembali mengenai kejadian yang terjadi dengan saya. Saya benar-benar habis kesabaran dan saya hanya meminta surat pernyataan dari lab RS ini mengenai hasil lab awal saya adalah 27.000 bukan 181.000. Makanya saya diwajibkan masuk ke RS ini padahal dengan kondisi thrombosit 181.000 saya masih bisa rawat jalan.
Tanggapan dr G yang katanya adalah penanggung jawab masalah komplain saya ini tidak profesional sama sekali. Tidak menanggapi komplain dengan baik. Dia mengelak bahwa lab telah memberikan hasil lab 27.000 sesuai dr M informasikan ke saya. Saya minta duduk bareng antara lab, Manajemen, dan dr H. Namun, tidak bisa dilakukan dengan alasan akan dirundingkan ke atas (Manajemen) dan berjanji akan memberikan surat tersebut jam 4 sore.Setelah itu saya ke RS lain dan masuk ke perawatan dalam kondisi saya dimasukkan dalam ruangan isolasi karena virus saya ini menular.
Menurut analisa ini adalah sakitnya anak-anak yaitu sakit gondongan namun sudah parah karena sudah membengkak. Kalau kena orang dewasa laki-laki bisa terjadi impoten dan perempuan ke pankreas dan kista. Saya lemas mendengarnya dan benar-benar marah dengan RS Omni yang telah membohongi saya dengan analisa sakit demam berdarah dan sudah diberikan suntikan macam-macam dengan dosis tinggi sehingga mengalami sesak napas. Saya tanyakan mengenai suntikan tersebut ke RS yang baru ini dan memang saya tidak kuat dengan suntikan dosis tinggi sehingga terjadi sesak napas.
Suami saya datang kembali ke RS Omni menagih surat hasil lab 27.000 tersebut namun malah dihadapkan ke perundingan yang tidak jelas dan meminta diberikan waktu besok pagi datang langsung ke rumah saya. Keesokan paginya saya tunggu kabar orang rumah sampai jam 12 siang belum ada orang yang datang dari Omni memberikan surat tersebut. Saya telepon dr G sebagai penanggung jawab kompain dan diberikan keterangan bahwa kurirnya baru mau jalan ke rumah saya. Namun, sampai jam 4 sore saya tunggu dan ternyata belum ada juga yang datang ke rumah saya. Kembali saya telepon dr G dan dia mengatakan bahwa sudah dikirim dan ada tanda terima atas nama Rukiah.
Ini benar-benar kebohongan RS yang keterlaluan sekali. Di rumah saya tidak ada nama Rukiah. Saya minta disebutkan alamat jelas saya dan mencari datanya sulit sekali dan membutuhkan waktu yang lama. LOgkanya dalam tanda terima tentunya ada alamat jelas surat tertujunya ke mana kan? Makanya saya sebut Manajemen Omni pembohon besar semua. Hati-hati dengan permainan mereka yang mempermainkan nyawa orang.
Terutama dr G dan Og, tidak ada sopan santun dan etika mengenai pelayanan customer, tidak sesuai dengan standard international yang RS ini cantum. Saya bilang ke dr G, akan datang ke Omni untuk mengambil surat tersebut dan ketika suami saya datang ke Omni hanya dititipkan ke resepsionis saja dan pas dibaca isi suratnya sungguh membuat sakit hati kami. Pihak manajemen hanya menyebutkan mohon maaf atas ketidaknyamanan kami dan tidak disebutkan mengenai kesalahan lab awal yang menyebutkan 27.000 dan dilakukan revisi 181.000 dan diberikan suntikan yang mengakibatkan kondisi kesehatan makin memburuk dari sebelum masuk ke RS Omni.
Kenapa saya dan suami saya ngotot dengan surat tersebut? Karena saya ingin tahu bahwa sebenarnya hasil lab 27.000 itu benar ada atau fiktif saja supaya RS Omni mendapatkan pasien rawat inap. Dan setelah beberapa kali kami ditipu dengan janji maka sebenarnya adalah hasil lab saya 27.000 adalah fiktif dan yang sebenarnya saya tidak perlu rawat inap dan tidak perlu ada suntikan dan sesak napas dan kesehatan saya tidak makin parah karena bisa langsung tertangani dengan baik.
Saya dirugikan secara kesehatan. Mungkin dikarenakan biaya RS ini dengan asuransi makanya RS ini seenaknya mengambil limit asuransi saya semaksimal mungkin. Tapi, RS ini tidak memperdulikan efek dari keserakahan ini. Sdr Og menyarankan saya bertemu dengan direktur operasional RS Omni (dr B). Namun, saya dan suami saya sudah terlalu lelah mengikuti permainan kebohongan mereka dengan kondisi saya masih sakit dan dirawat di RS lain. Syukur Alhamdulilah saya mulai membaik namun ada kondisi mata saya yang selaput atasnya robek dan terkena virus sehingga penglihatan saya tidak jelas dan apabila terkena sinar saya tidak tahan dan ini membutuhkan waktu yang cukup untuk menyembuhkan. Setiap kehidupan manusia pasti ada jalan hidup dan nasibnya masing-masing. Benar. Tapi, apabila nyawa manusia dipermainkan oleh sebuah RS yang dipercaya untuk menyembuhkan malah mempermainkan sungguh mengecewakan. Semoga Allah memberikan hati nurani ke Manajemen dan dokter RS Omni supaya diingatkan kembali bahwa mereka juga punya keluarga, anak, orang tua yang tentunya suatu saat juga sakit dan membutuhkan medis. Mudah-mudahan tidak terjadi seperti yang saya alami di RS Omni ini. Saya sangat mengharapkan mudah-mudahan salah satu pembaca adalah karyawan atau dokter atau Manajemen RS Omni. Tolong sampaikan ke dr G, dr H, dr M, dan Og bahwa jangan sampai pekerjaan mulia kalian sia-sia hanya demi perusahaan Anda. Saya informasikan juga dr H praktek di RSCM juga. Saya tidak mengatakan RSCM buruk tapi lebih hati-hati dengan perawatan medis dari dokter ini.
Salam, Prita Mulyasari
Alam Sutera
MBK
Yaa Alloh Yang Maha Adil lagi Maha Bijaksana.
Tunjukkan bahwa yang benar itu benar dan yang batal itu batal. Amiin.